Apr 21

Selamat Hari Kartini

Di Hari Kartini ini yuk saksikan perjalanan organisasi Perempuanbasis HAPSARI yang sudah lebih dari 25 tahun bekerja memecah kebisuan perempuan

Sumber : http://representasiefektif.org/view-video-gallery-detail&id=4

 

Permanent link to this article: http://hapsari.jejaring.org/2015/04/21/selamat-hari-kartini-2/

Apr 20

SELAMAT HARI KARTINI

Setiap 21 April atau setiap satu tahun satu kali rakyat Indonesia selalu memperingati hari Kartini. Sudah sepantasnya lah kita mengenang kembali perjuangan beliau perjuangan seoarang Kartini dalam memperjuangkan nasip kaum sesamanya (Perempuan). Karena jasa beliau perempuan Indonesia bisa sekolah setinggi-tingginya.

Namun sayangnya saat ini peringatan Hari Kartini hanya merupakan seremonial belaka, tanpa mengambil makna dari perjuangannya. saat ini, perempuan masih dicekoki dengan pemikiran bahwa “kodrat” perempuan adalah untuk menjadi ibu rumah tangga dan berkutat di dapur. Pemikiran sempit seperti inilah yang menghambat kesuksesan para perempuan yang berambisi di luar ranah domestik. Nyatanya, perempuan zaman sekarang masih harus menghadapi permasalahan yang sama dengan Kartini di masanya.

Masih banyak perempuan yang hak atas tubuh dan seksualitasnya terampas. Miris rasanya berkali-kali menemukan berita tentang pemerkosaan dan pelecehan seksual, dan lebih miris lagi mendengar respon dari berbagai pihak yang tidak mementingkan kepentingan ataupun keselamatan korban. Belum lagi berbagai cerita dari berbagai sumber tentang para perempuan belia yang dijual oleh orang tuanya sendiri, dan dipaksa menikah. Sebuah perbuatan yang menunjukkan keterbelakangan negeri ini, seakan sekarang kami masih hidup di abad pertengahan.

Karena itu, sudah saatnya kita Kaum Perempuan bergandengan tangan, melawan penindasan.

Selamat Hari Kartini,

Kita Akhiri Penindasan Terhadap Perempuan.

HIDUP PEREMPUN

 

Permanent link to this article: http://hapsari.jejaring.org/2015/04/20/selamat-hari-kartini/

Apr 20

Ada Hak Perempuan dalam Anggaran Desa

Sebagai implementasi undang-undang desa No 6 tahun 2014 peemrintah sudah menggelontorkan dana puluhan juta rupian untuk setiap desa yang ada di Indonesia. Namun sayang, undang-undang tersebut tidak memihak perempuan.Terutama implementasinya  dalam alokasi anggaran perlindungan dan pengembangan perempuan. Hal itu terungkap pada dialog Perlindungan Sosial dan Penerapan UU Desa Kantor Pemkab Malang di Kecamatan Kepanjen kemarin.
Menurut Presidium Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur, Dwi Retnoningsih mengatakan, kegiatan itu bertujuan mensosialisasikan UU Desa kepada perempuan.
“Perempuan juga berperan pada UU Desa ini,” ujar Dwi kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, UU Desa juga mengatur kaum perempuan untuk turut serta menjabat sebagai kepala desa (Kades) maupun perangkat desa. Termasuk juga peran Pemerintah Desa untuk melindungi perempuan yang ada di wilayahnya masing-masing. Termasuk melindungi hak untuk mendapatkan kehidupan layak dan hak untuk berkembang.
“Untuk mendapatkan hak perempuan kehidupan layak, ini berkaitan dengan anggaran. Sehingga, anggaran untuk desa harus juga dialokasikan untuk perempuan,” tutur wanita berjilbab ini.
Ditambahkannya, dalam pengembangan diri melalui usaha, yang dilakukan oleh para kaum hawa juga masuk di dalamnya. Sehingga menurutnya, perempuan juga mempunyai hak atas dana desa yang akan dikucurkan oleh pemerintah pusat tersebut.
“Perempuan juga berhak mengawasi aliran dana desa tersebut, supaya tidak disalahgunakan. Selain itu, kesetaraan gender dalam UU Desa juga perlu diperhatikan,” kata wanita berkacamata ini.
Untuk itulah, dalam kegiatan ini, pihaknya mengundang seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kaum perempuan, perangkat desa dan kepala desa. Tujuannya, supaya para pelaku kepentingan tersebut, paham atas implementasi UU Desa tersebut. Terutama, yang berkaitan dalam alokasi dana dan hak pengembangan dari perempuan.
“Sehingga, bila nantinya UU Desa ini dilaksanakan, mereka jadi tahu dan lebih siap. Karena UU Desa ini dibuat, untung pengembangan desa secara keseluruhan, supaya lebih mandiri serta sejahtera. Hal itu berlaku juga bagi kaum perempuan,” pungkasnya

Sumber : http://www.malang-post.com/metro-raya/98773-ada-hak-perempuan-dalam-anggaran-desa-

 

Permanent link to this article: http://hapsari.jejaring.org/2015/04/20/ada-hak-perempuan-dalam-anggaran-desa/

Apr 20

Belajar dan Terus Belajar

Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.

Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.

Sedangkan pembelajaran adalah proses seseorang menerima informasi sehingga berdampak pada perubahan pengetahuan dari tidak tau menjadi tau, dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Ada beberpa langkah dalam belajar, antara lain :

Belajarlah secara kontinyu (terus-menerus)

Anak belajar secara kontinyu, pasti menjemukan, apalagi rutin SD hingga SMU. Mereka tak pernah berhenti belajar. Bahkan mereka mungkin mempelajari beberapa hal sekaligus, padahal kita tidak pernah bermaksud mengajarkan hal tersebut kepada mereka.

Kalau pelajaran guru tidak menantang mereka, boleh jadi mereka berpikiran bahwa “belajar” itu sangat membosankan dan tidak menarik. Maka jadikanlah belajar itu seperti bermain, pasti mereka mejadi terhibur dan merasa menarik.

2. Belajar melalui panca indra

Dari hasil penelitian, banyak kesuksesan seseorang dalam belajar didukung oleh kemampuan masing-masing pribadinya. Ada penelitian tentang pemerolehan pengetahuan yang menunjukkan, 10% dari apa yang mereka baca, 20% dari apa yang mereka dengar, 30% dari apa yang mereka lihat, 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar, 70% dari apa yang mereka katakan dan lihat, 80% dari apa yang mereka katakana sementara mereka melakukanya.

Murid hanya mempunyai satu cara belajar, yakni melalui panca indranya. Panca indra itu merupakan pintu masuk kedalam kesadaranya. Fakta ini menunjukkan pentingnya penggunaan bermacam-macam materi dan metode untuk mengajar bagi guru dan orang tua.

3. Belajar melalui kegiatan

Banyak cara ditempuh untuk meningkatkan kualitas anak, Inilah prinsip terpenting tentang cara belajar para murid. Belajar bukanlah pengalaman yang pasif. Melainkan sesuatu yang dilakukan secara aktif oleh anak. Anak dapat mengingat paling banyak dari sesuatu yang dipelajarinya dengan cara mengatakan dan melakukan. baca lima konsep pokok paradigma pembelajaran dan pendidikan


4. Dorongan orang tua, guru, serta lingkungan

Seseorang akan cepat belajar bila hal itu dijadikan sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan. Dalam proses belajar ada dua macam dorongan. Yang pertama adalah dorongan dari luar, secara lahir. Beberapa contoh dari dorongan jenis ini adalah hadiah, penghargaan, pujian, serta motivasi orang tua, keluarga maupun lingkungan. Dorongan yang kedua adalah dari dalam, secara batin. Misalnya, keinginan, hasrat, motivasi, dan dorongan hati pribadi.

5.  Siaplah selalu untuk belajar

Peran pengajar juga sangat penting untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, anak harus disiapkan untuk menerima semua pelajaran.

6. Anak belajar dengan jalan meniru

Fakta menunjukkan pentingnya peran pengajar. Kita mengajarkan kepada anak dengan perbuatan, sikap, perkataan, maupun gagasan. Pekerjaan yang mudah dipelajari adalah meniru dan mendengarkan. Ada sebagian anak yang sulit membaca tetapi mudah memahami ilmu dengan mendengarkan atau meniru.

Sumber :http://www.belajarkreatif.net/2013/04/langkah-langkah-untuk-memudahkan-dalam.html

Permanent link to this article: http://hapsari.jejaring.org/2015/04/20/belajar-dan-terus-belajar/

Apr 20

Reviw Film Freedom Writers

GruwellTetaplah menulis walaupun tidak ada yang membaca.

Film ini menceritakan kisah seorang guru perempuan Erin Gruwell yang mengajar di wilayah New Port Beach, Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali semangat anak-anak didiknya untuk belajar. Dikisahkan, Erin Gruwell, seorang wanita idealis berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris untuk kelas khusus anak-anak korban perkelahian antar geng. Gruwell memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak bermasalah.

Dihari pertama mengajar Gruwell melihat perang anatar geng yang sampai kedalam kelas. Siswa Gruwell sangat rasis, tidak ada yang mau duduk dengan ras yang lain. Sedikit persoalan saja akan menimbulakn perkelahian antar ras.
Gruwell mencari tau mengapa anak didiknya seperti itu. Melalui sebuah permainan akhirnya Gruwell mengetahui mengapa anak didiknya seperti itu, dan Gruwell menemukan cara untuk masuk dalam kehidupan mereka dengan cara memberikan buku dan meminta mereka mengisinya dengan jurnal harian. Anak didik Gruwell menuliskan semua kejadian yang dialami kedalam buku tersebut. Sejak membaca jurnal harian yang bercerita tentang kehidupan mereka yang keras, Gruwell semakin bersemangat untuk mengubah kehidupan anak-anak didiknya.

Untuk menambah motivasi belajar Gruwell mendatangkan Mrs. Miep Gies, seorang wanita penolong Anne Frank, anak Yahudi yang hidup pada zaman

Tetaplah menulis walaupun tidak ada yang membaca.Film ini menceritakan kisah seorang guru perempuan Erin Gruwell yang mengajar di wilayah New Port Beach, Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali semangat anak-anak didiknya untuk belajar. Dikisahkan, Erin Gruwell, seorang wanita idealis berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris untuk kelas khusus anak-anak korban perkelahian antar geng. Gruwell memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak bermasalah.

Dihari pertama mengajar Gruwell melihat perang anatar geng yang sampai kedalam kelas. Siswa Gruwell sangat rasis, tidak ada yang mau duduk dengan ras yang lain. Sedikit persoalan saja akan menimbulakn perkelahian antar ras.
Gruwell mencari tau mengapa anak didiknya seperti itu. Melalui sebuah permainan akhirnya Gruwell mengetahui mengapa anak didiknya seperti itu, dan Gruwell menemukan cara untuk masuk dalam kehidupan mereka dengan cara memberikan buku dan meminta mereka mengisinya dengan jurnal harian. Anak didik Gruwell menuliskan semua kejadian yang dialami kedalam buku tersebut. Sejak membaca jurnal harian yang bercerita tentang kehidupan mereka yang keras, Gruwell semakin bersemangat untuk mengubah kehidupan anak-anak didiknya.

Untuk menambah motivasi belajar Gruwell mendatangkan Mrs. Miep Gies, seorang wanita penolong Anne Frank, anak Yahudi yang hidup pada zaman Hitler dan holocaust-nya. Ia mendatangkan Mrs. Miep Gies untuk berbagi cerita kepada anak-anak didiknya tentang sebuah bencana yang terjadi karena rasisme. Apa yang dilakukan Gruwell membawa perubahan besar pada anak didiknya. Gruwelpun selalu menekankan kata perubahan untuk anak didiknya. Walau semua yang dilakukan oleh Gruwell mendapat tantangan dari pihak sekolah, tetapi Gruwell tetap bersemangat.

Akhirnya, keteguhan Gruwell dalam mendidik mereka berbuah hasil. Anak-anak tersebut, yang semula benci satu sama lain Karena perbedaan ras, akhirnya menjadi berteman dan menghapus sekat-sekat ras di antara mereka. Bahkan, ketika ada kasus penembakan yang menimpa seorang kawan anak didiknya, ia mengajarkan tentang arti kejujuran. Jurnal harian yang telah mereka tulis, diketik dan dikumpulkan menjadi satu buku. Gruwell menamai kumpulan buku harian anak didiknya dengan nama The Freedom Writers Diary.

Hitler dan holocaust-nya. Ia mendatangkan Mrs. Miep Gies untuk berbagi cerita kepada anak-anak didiknya tentang sebuah bencana yang terjadi karena rasisme. Apa yang dilakukan Gruwell membawa perubahan besar pada anak didiknya. Gruwelpun selalu menekankan kata perubahan untuk anak didiknya. Walau semua yang dilakukan oleh Gruwell mendapat tantangan dari pihak sekolah, tetapi Gruwell tetap bersemangat.

Akhirnya, keteguhan Gruwell dalam mendidik mereka berbuah hasil. Anak-anak tersebut, yang semula benci satu sama lain Karena perbedaan ras, akhirnya menjadi berteman dan menghapus sekat-sekat ras di antara mereka. Bahkan, ketika ada kasus penembakan yang menimpa seorang kawan anak didiknya, ia mengajarkan tentang arti kejujuran. Jurnal harian yang telah mereka tulis, diketik dan dikumpulkan menjadi satu buku. Gruwell menamai kumpulan buku harian anak didiknya dengan nama The Freedom Writers Diary.

Tetaplah menulis walaupun tidak ada yang membaca.Film ini menceritakan kisah seorang guru perempuan Erin Gruwell yang mengajar di wilayah New Port Beach, Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali semangat anak-anak didiknya untuk belajar. Dikisahkan, Erin Gruwell, seorang wanita idealis berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris untuk kelas khusus anak-anak korban perkelahian antar geng. Gruwell memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak bermasalah.

Dihari pertama mengajar Gruwell melihat perang anatar geng yang sampai kedalam kelas. Siswa Gruwell sangat rasis, tidak ada yang mau duduk dengan ras yang lain. Sedikit persoalan saja akan menimbulakn perkelahian antar ras.
Gruwell mencari tau mengapa anak didiknya seperti itu. Melalui sebuah permainan akhirnya Gruwell mengetahui mengapa anak didiknya seperti itu, dan Gruwell menemukan cara untuk masuk dalam kehidupan mereka dengan cara memberikan buku dan meminta mereka mengisinya dengan jurnal harian. Anak didik Gruwell menuliskan semua kejadian yang dialami kedalam buku tersebut. Sejak membaca jurnal harian yang bercerita tentang kehidupan mereka yang keras, Gruwell semakin bersemangat untuk mengubah kehidupan anak-anak didiknya.

Untuk menambah motivasi belajar Gruwell mendatangkan Mrs. Miep Gies, seorang wanita penolong Anne Frank, anak Yahudi yang hidup pada zaman Hitler dan holocaust-nya. Ia mendatangkan Mrs. Miep Gies untuk berbagi cerita kepada anak-anak didiknya tentang sebuah bencana yang terjadi karena rasisme. Apa yang dilakukan Gruwell membawa perubahan besar pada anak didiknya. Gruwelpun selalu menekankan kata perubahan untuk anak didiknya. Walau semua yang dilakukan oleh Gruwell mendapat tantangan dari pihak sekolah, tetapi Gruwell tetap bersemangat.

Akhirnya, keteguhan Gruwell dalam mendidik mereka berbuah hasil. Anak-anak tersebut, yang semula benci satu sama lain Karena perbedaan ras, akhirnya menjadi berteman dan menghapus sekat-sekat ras di antara mereka. Bahkan, ketika ada kasus penembakan yang menimpa seorang kawan anak didiknya, ia mengajarkan tentang arti kejujuran. Jurnal harian yang telah mereka tulis, diketik dan dikumpulkan menjadi satu buku. Gruwell menamai kumpulan buku harian anak didiknya dengan nama The Freedom Writers Diary.

Sumber : freedom writers.

 

Permanent link to this article: http://hapsari.jejaring.org/2015/04/20/reviw-film-freedom-writers/

Apr 20

Pembelajaran Hari Ini

Mas Trias dari ProRep juga memfasilitasi proses CoRel ini

Mas Trias dari ProRep juga memfasilitasi proses CoRel ini

Pengelolaan media website adalah pekerjaan semua orang, bukan pekerjaan satu orang saja.

Permanent link to this article: http://hapsari.jejaring.org/2015/04/20/pembelajaran-hari-ini/

Older posts «