Des_December_abbreviation 15

PRESS RELEASE Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Indonesia: Prioritas!

Bu MenteriPeningkatan kualitas hidup perempuan dan anak menjadi program prioritas yang sangat diperhatikan oleh Kementerian PP-PA. Hal tersebut sejalan dengan program ke-5 Visi Misi Presiden yang terangkum dalam Nawacita yang sekaligus terintegrasikan dengan Visi Misi Kementerian, yakni program peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Begitulah hal yang disampaikan Menteri PP-PA, Yohana S. Yembise saat menghadiri Sarasehan Nasional dalam rangka Peringatan 24 tahun Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI), di Yogyakarta, Sabtu (6/12) lalu. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/12/15/press-release-peningkatan-kualitas-hidup-perempuan-dan-anak-indonesia-prioritas/

Des_December_abbreviation 15

Hilangkan Batasan Akses Ekonomi Yang Merugikan Perempuan Desa

Konferensi PersKabariNews – Organisasi perempuan yang fokus pada pergerakan perbaikan ekonomi perempuan akar rumput, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI), menyampaikan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Susana Yembise, tentang pentingnya pemerintah untuk ikut menyerukan dan mendorong semua pihak-badan pemerintah lintas jenjang, akademisi, para pelaku advokasi, dan sektor privat-untuk ikut mengambil peran menciptakan peluang dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/12/15/hilangkan-batasan-akses-ekonomi-yang-merugikan-perempuan-desa/

Des_December_abbreviation 01

Bersama Perguruan Tinggi Indonesia

(30/11/14) FederasiHapsari: Pada Nopember 2014, dua kegiatan digelar HAPSARI di dua tempat, Yogyakarta dan Medan. Kali ini, HAPSARI berhasil mendapatkan dukungan konkrit dari Universitas Gajahmada (UGM) melalui Pusat Studi Perdesaan dan Kawasan (PSPK) dan Pusat Studi Wanita (PSW) serta Universitas Sumatera Utara melalui Pusat Penelitian HAM dan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nomensen. Tiga perguruan tinggi dengan empat lembaga penelitian ini mendukung pelaksanaan kegiatan Seminar Publik Hasil Penelitian tentang Tantangan dan Peluang Perempuan Dalam Pengembangan Ekonomi Lokal yang dilakukan HAPSARI sepanjang bulan September hingga Oktober 2014 lalu. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/12/01/bersama-perguruan-tinggi-indonesia/

Okt_October_abbreviation 29

Enam Tantangan Untuk Perempuan

Tim Peneliti Kulon Progo (Anna Mayasari) sedang melakukan wawancara dengan Informan

Tim Peneliti Kulon Progo (Anna Mayasari) sedang melakukan wawancara dengan Informan

FederasiHapsari: Minggu kedua September sampai minggu kedua Oktober 2014, HAPSARI melakukan penelitian tentang tentangan-tantangan dan peluang perempuan dalam pengembangan usaha ekonomi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha ekonomi di tingkat lokal masih tersedia, antara lain melalui “celah” adanya komitmen pemerintah daerah untuk memberikan peran “pendampingan” dalam manajemen usaha dan pemasaran, dan komitmen membangun kerjasama dalam program pembangunan daerah untuk peningkatan ekonomi lokal. Namun, tantangan yang dihadapi jauh lebih banyak dibanding celah peluang yang tersedia. Mulai dari aspek permodalan, masalah perijinan termasuk sertifikasi produk, masalah infrastruktur; mulai dari tempat usaha, peralatan produksi hingga jalan dan transportasi umum, masalah packaging (pengemasan produk); hingga masalah pemasaran dimana produk-produk berkualitas dari komunitas belum menemukan “pasar” tersendiri. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/10/29/enam-tantangan-untuk-perempuan/

Okt_October_abbreviation 09

Memotong Rantai Kemiskinan Perempuan Petani

Lely Zailani

Lely Zailani

Potongan Makalah Pada konferensi Nasional Perkumpulan Prakarsa

Tgl.08 Oktober 2014 di Jakarta

Oleh : Lely Zailani

FederasiHapsari: Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah menjadi babak baru tumbuhnya otonomi daerah yang diharapkan menjadi pintu masuk bagi terwujudnya pembangunan yang lebih adil dan demokratis dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat, laki-laki dan perempuan. Otonomi daerah telah mendorong daerah-daerah (kabupaten/kota) melakukan pengembangan ekonomi lokal, melalui kemampuan memobilisasi serta memproduksi berbagai sumberdaya yang dimiliki untuk memperkuat daya saing pengembangan ekonomi daerah. Ini adalah proses dimana pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat terlibat untuk mendorong, merangsang, memelihara, aktivitas usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/10/09/memotong-rantai-kemiskinan-perempuan-petani/

Okt_October_abbreviation 07

Mendialogkan Harapan

Dialog Program SPI dengan Bupati Kulon Progo.

Dialog Program SPI dengan Bupati Kulon Progo.

FederasiHapsari: Setelah menetapkan salah satu isu strategis HAPSARI tahun 2014 adalah “Memperkuat Ekonomi Perempuan Pelaku Gerakan dan Organisasi”, akhirnya harapan untuk mampu mengatasi permasalahan-permasalahan ekonomi (keuangan) yang dihadapi pengurus, anggota dan organisasi HAPSARI sendiri, pelan-pelan akan dijawab. Diantaranya, melalui salah satu program utama HAPSARI yaitu Penguatan Basis Produksi. Program ini sudah lama diuji coba, mulai tahun 2011 bersama dengan PERGERAKAN Bandung. Apa yang menjadi harapan ini, kemudian didialogkan oleh serikat-serikat anggota HAPSARI, dengan kalangan pemerintah daerah di wilayah kerja mereka masing-masing. Harapannya, akan mendapat dukungan konkrit, sampai berupa program kerjasama. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/10/07/mendialogkan-harapan/

Post sebelumnya «