Jul 21

Social Media untuk Memperkuat Advokasi

Bersama Mentor : Kami mulai belajar tentang apa itu social media (Facebook) sekaligus melihat seperti apa Facebook itu.

Bersama Mentor : Kami mulai belajar tentang apa itu social media (Facebook) sekaligus melihat seperti apa Facebook itu.

FederasiHapsari: Dalam beberapa peristiwa, media sosial terbukti ampuh sebagai gerakan sosial. Kita masih ingat dengan kasus Prita Muliasari yang memobilisasi dukungan via Facebook dan terbukti dapat mengubah putusan pengadilan. Demikian juga kisah sukses petisi online yang digalang melalui website www.change.org yang memantik gerakan perubahan. Contoh keberhasilan petisi online antara lain: calon hakim agung Daming gagal terpilih sebagai hakim di MA karena melecehkan korban pemerkosaan, MA pula akhirnya didesak mengeluarkan fatwa yang membolehkan Bupati Garut Aceng Fikri dicopot dan banyak contoh keberhasilan lainnya. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/07/21/social-media-untuk-memperkuat-advokasi/

Jul 15

Menjadi Indonesia Beragam

indonesia BeragamHAPSARI cukup bangga, karena untuk berkontribusi dalam memperkuat gerakan perempuan nasional sebagaimana mandat dari tujuan strategis yang hendak dicapai, telah menemukan wadahnya dalam INDONESIA BERAGAM.

Kerinduan akan gerakan kolektif perubahan semakin tak terbendung. Berawal dari perbincangan kecil di kantor Koalisi Perempuan Indonesia pada tanggal 4 January 2014 tentang pentingnya gerakan perempuan merespon agenda politik Pemilu untuk Indonesia yang lebih baik. KAPAL Perempuan, Migrant CARE, Kalyanamitra, Solidaritas Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia dan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia akhirnya bersepakat mengusung 10 Agenda Politik Perempuan dalam pesta demokrasi pada Pemilu 2014. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/07/15/menjadi-indonesia-beragam/

Jun 04

UU Desa dan Problem Partisipasi Perempuaan

Oleh : Lely Zailani

Ketua Dewan Pengurus HAPSARI

Setelah agenda desentralisasi dan demokratisasi dibingkai dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 yang dihasilkan oleh tuntutan reformasi, kini Desa mengalami “kebangkitan” dengan lahirnya UU Desa Nomor 6 Tahun 2014.

UU Desa dan Tantangan bagi Partisipasi PerempuanUU Desa telah menjadi catatan bersejarah dalam agenda percepatan pembangunan nasional, sekaligus menjadi landasan hukum menciptakan momentum membangun gerakan pembaharuan dan pembangunan di desa. Dalam UU Desa, partisipasi masyarakat dirumuskan melalui hak dan kewajiban masyarakat (Bab VI, Pasal 68). UU Desa mewajibkan masyarakat desa untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan desa dan musyawarah desa.

Partisipasi menjanjikan suatu proses yang bersifat kolaboratif dimana seluruh lapisan masyarakat (laki-laki dan perempuan) dapat merumuskan tujuan bersama (common goals), terlibat di dalam pengambilan keputusan kolektif dan menciptakan ruang bersama sebagai tempat mengekspresikan keinginan bersama. Partisipasi mengandung konten kesetaraan dimana setiap suara dalam pertemuan dinilai sebagai input warga negara tanpa melihat dari jenis kelaminnya. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/06/04/uu-desa-dan-problem-partisipasi-perempuaan/

Apr 23

Memandirikan Keuangan Perempuan Pelaku Gerakan

Diskusi persiapan program untuk memandirikan ekonomi perempuan pelaku gerakan di HAPSARI

Diskusi persiapan program untuk memandirikan ekonomi perempuan pelaku gerakan di HAPSARI

(FederasiHapsari) : Sepanjang bulan Juli 2012 – Agustus 2013 lalu, dengan dukungan pendanaan dari USAID-ProRep, HAPSARI menjalankan program berjudul : Memperkuat Kapasitas Advokasi Organisasi Perempuan untuk Mempromosikan dan Melindungi Hak-hak Ekonomi Perempuan pada Implementasi Program Kredit Usaha Rakyat (KAPAN).

Salah satu kegiatan program yang dilakukan HAPSARI adalah pemantauan implementasi program KUR di 6 kabupaten di Sumatera Utara dan DIY oleh kader-kader perempuan basis anggota HAPSARI. Hasil pemantauan telah diterbitkan dalam bentuk buku lapaoran hasil pemantauan berjudul : “Relasi Sebatas Tupoksi”. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/04/23/memandirikan-keuangan-perempuan-pelaku-gerakan/

Feb 21

Dialog Hasil Survey HFIAS

Tanggapan dari Wakil Bupati Sergai

Tanggapan dari Wakil Bupati Sergai

FederasiHapsari:

Salah satu kegiatan program HAPSARI bekerjasama dengan ICCO Kerk in Actie (Juli 2012 – Juni 2013) adalah Survey Ketahanan Pangan Rumah Tangga di kecamatan Teluk Mengkudu dan Kecamatan Pantai Cermin kabupaten Serdang Bedagai menggunakan metoda HFIAS (Rumah Tangga Makanan Kerawanan Access Skala) atau Skala Akses Kerawanan Pangan Rumah Tangga didampingin tenaga ahli, Erika Pardede & Samse Pandiangan dari Universitas Nommensen.Survey ini mengambil sample dari 118 rumah tangga anggota Serikat Perempuan Petani dan Nelayan (SPPN) di desa Bogak Besar dan Desa Kotapari dengan hitungan dan defenisi berdasarkan metode proporsional sample random Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/02/21/dialog-hasil-survey-hfias/

Jan 09

Manajemen Pengetahuan

FederasiHapsari: “Setelah 23 tahun, baru sekarang kami membicarakan dan berencana mengelola pengatahuan yang berserakan di organisasi HAPSARI. Semoga menyumbang untuk penguatan gerakan perempuan, terutama gerakan perempuan basis” (Lely Lubis, Anggota DPN HAPSARI).

Menuliskan Harapan

Menuliskan Harapan

Sebanyak 14 orang kader perempuan anggota HAPSARI mengikuti Latihan Manajemen Pengetahuan yang dilaksanakan tanggal 15 – 20 Desember 2013 di Jogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk :

  1. Menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran baru dalam diri Kader dan Pengurus HAPSARI tentang pentingnya sistem informasi dalam organisasi yang menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
  2. Menumbuhkan kemampuan (skill) Kader dan Pengurus HAPSARI dalam membangun Sistem informasi ; data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa menjadi satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga untuk memperkuat advokasi.
  3. Menyiapkan Tim yang akan bertanggungjawab sebagai Pengelola Sistim Informasi dan Data di HAPSARI, untuk melayani kebutuhan internal (seluruh anggota) dan eksternal (mitra/jaringan) yang membutuhkan. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://hapsari.jejaring.org/2014/01/09/mengelola-pengetahuan/

Post sebelumnya «